Startegi Ronald Koeman Untuk Formasi Barcelona 2021

Formasi Barcelona 2021

Musim 2020/21 merupakan masa yang sulit bagi tim Barcelona asuhan Ronald Koeman. Namun menilik dari pertandingan-pertandingan yang telah dilalui, menunjukkan kapasitas tim yang besar untuk mengatasi kesulitan tersebut. Barca yang mampu bertahan dan beradaptasi, berkomitmen dan bervariasi, yang ketika diperlukan dapat mengubah sistemnya sesuai situasi. Mari kita simak, strategi yang dikeluarkan seorang Ronald Koeman untuk formasi Barcelona 2021.

Stabilitas Pertahanan dan 3-5-2

Dalam pertandingan La Liga melawan Sevilla, Ronald Koeman mengejutkan semua orang dengan mengubah sistem 4-3-3 menjadi 3-5-2. Namun perubahan itu membawa hasil dengan kemenangan Barca 2-0. Gol pertama yang dicari pelatih adalah perubahan di area pertahanan, dengan Barça berpindah dari bertahan dengan dua orang bek tengah menjadi tiga orang. 

Modifikasi ini memberi pelatih dan tim kekuatan pertahanan yang efektif. Setelah kebobolan 37 gol dalam 37 pertandingan sebelum peralihan taktis, setelah berganti strategi permainan , tim ini kemudian hanya kebobolan tiga dalam enam pertandingan.  

READ  7 Nama Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia

Menekan Ruang

Dua dari karakteristik penting dari formasi 3-5-2, yang digunakan sebagai formasi Barcelona 2021, yakni dilakukan oleh pemain di sayap dan titik serang. Pemain dengan posisi melebar (Jodi Alba dan Sergino Dest) memiliki jangkauan di belakang.

Posisi ini memungkinkan mereka untuk memberikan pressing lebih tinggi di lapangan, sehingga Barca dapat melakukan man to man dengan lawan mana pun. Tidak masalah jika pihak lawan bermain dengan pertahanan empat orang atau garis belakang lima orang.

Perubahan taktik ini membawa hasil dengan kemenangan tim dalam tiga kali pertandingan dan sekali kali imbang. Perolehan gol-pun total menjadi 10 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Fluiditas 4-3-3

Formasi 4-3-3 selama ini sangat lekat dengan Barca, yang sejak sejak masa  pelatih Frank Rijkaard selalu digunakan di atas lapangan. Formsi ini sudah sejak lama menjadi andalan Barcelona. Taktis ini menggunakan serangan dari bawah untuk menarik lawan keluar dari lini pertahanan, dengan demikian lini depan akan mendapat lebih banyak ruang.

READ  7 Nama Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia

Formasi ini, sebelumnya selalu digunakan Barca lantaran sangat cocok dengan sejumlah pemain yang sagat sesuai untuk posisi tiga bek sejajar. Selain itu, para pemain yang dimiliki Barcelona bisa fleksibel dengan formasi ini.

Peran Messi Sebagai Penjemput Bola

Dengan perubahan formasi Barcelona 2021, maka teknik cara mencari bola di atas lapangan juga berubah. Tim 3-5-2 memiliki Ousmane Dembele, yang dengan kecepatannya bertugas mencegah pressing pertahanan lawan, dan menyisakan ruang untuk Lionel Messi. 

Dalam formasi 3-5-2 ini, Messi bertugas untuk lebih banyak  menjemput bola dari bagian tengah lapangan. Messi dapat membantu gelandang dalam menciptakan peluang gol dengan cara masuk lebih dalam.

Faktor Frenkie de Jong

Dengan perubahan formasi di Barca, Koeman memberikan peran bek tengah pada de Jong. Di sini dia berada pada posisi terakhir sebelum penjaga gawang. Dengan perannya, dia membuat keputusan untuk bertahan atau memulai serangan.

Manuver ini memungkinkan tim bisa menghindari pressing yang tinggi dari lawan di atas lapangan. Posisi ini juga memberikan keunggulan numerik dalam serangan, pada saat pemain asal Belanda itu menggunakan kemampuannya dalam menguasai bola.

READ  7 Nama Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia

Menentukan Perubahan Taktis

Faktor terpenting dalam menentukan perubahan sistem adalah faktor ruang. Jika lawan melakukan pressing tinggi maka 3-5-2 dapat digunakan dengan memanfaatkan salah satu kekuatannya, yaitu kemampuan Ousmane Dembele dan sayap belakang untuk bermain lebih dalam. 

Sebaliknya, jika lawan memutuskan untuk diam di bagian mereka sendiri, maka formasi 4-3-3 dengan pemain sayap dan bek sayap memberi tim lebih banyak pilihan dalam situasi itu. Untuk itu, formasi ini tidak selalu digunakan sepanjang permainan. Dalam laga Clásico melawan Real Madrid yang berpikiran defensif, tim memulai permainan dengan formasi 3-5-2 sebelum pindah ke 4-3-3 di babak kedua.

Barça memasuki babak terakhir musim ini dengan taktis perubahan formasi dengan sangat alami. Setelah pindah dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 untuk membantu membawa stabilitas ke tim, formasi Barcelona 2021 disesuaikan sesuai kondisi di lapangan dengan mencampur kedua taktis tersebut.  

About the Author: SinChan

You May Also Like